Lewati ke konten
SAGUSATAL Indonesia
Risiko Mikroplastik pada Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat di Wilayah Pesisir
Kesehatan

Risiko Mikroplastik pada Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat di Wilayah Pesisir

oleh Prof. Dr. Anwar Daud, SKM.M.Kes dan Dr. Agus Bintara Birawida, S.Kel. M.Kes, Plastik hingga saat ini merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Penggunaan plastik mulai dari pembungkus makanan, botol air mineral, kabel, pipa pa...

Rp109.000

Rp120.000

Hemat 9%
Status
Stok tersedia
Kode
#1669357230
Tanya via WhatsApp

Deskripsi Buku

Penulis : Prof. Dr. Anwar Daud, SKM.M.Kes dan Dr. Agus Bintara Birawida, S.Kel. M.Kes


Plastik hingga saat ini merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Penggunaan plastik mulai dari pembungkus makanan, botol air mineral, kabel, pipa paralon, mainan anak hingga pembuatan badan pesawat yang berbahan plastik. Produksi plastik yang semakin meningkat terlebih produk plastik sekali pakai menyumbang cemaran paling besar dan menumpuk di lingkungan. Diperkirakan 10?ri total sampah yang dihasilkan manusia di seluruh dunia dari berbagai pemukiman berasal dari plastik. Walaupun saat ini beberapa dari plastik telah didaur ulang, namun sebagian besar akan terkubur di dalam tanah maupun terbawa arus hingga ke laut yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. 
Pencemaran sampah plastik di lautan dan wilayah pesisir merupakan salah satu masalah lingkungan laut yang paling krusial pada zaman ini. Permasalahan ini telah menjadi perhatian dari kalangan pemerintah, masyarakat, peneliti, media maupun pihak lain dan telah menjadi isu hangat dalam ekologi laut. Bagaimana tidak, benda kecil berupa pecahan plastik atau sering kita sebut “Mikroplastik” ini memiliki dampak langsung maupun tidak langsung bagi kesehatan dan lingkungan di wilayah pesisir. Mikroplastik dapat memasuki rantai makanan serta memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai pembawa aditif kimia dan patogen serta berbagai polutan yang mengakibatkan peningkatan kadar, termasuk logam berat, PAH, PCB, dan DDT. Efek merugikan mikroplastik pada kesehatan manusia memiliki efek toksikologi langsung. Cemaran mikroplastik ini tentu juga akan mengganggu kelestarian ekosistem lautan dan pesisir yang lambat laun akan mengakibatkan permasalahan yang lebih serius. Kesadaran dan upaya signifikan perlu dilakukan untuk lebih mawas diri terhadap risiko mikroplastik pada masyarakat pesisir.

Buku terkait

Pencegahan dan Pengendalian HIV:AIDS

Pencegahan dan Pengendalian HIV:AIDS

Dr. Masrizal, SKM., M.Biomed dan Novia Larasati, Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus yang menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh pasien, sehingga lebih rentan untuk terkena bermacam-macam penyakit. Acquired immunodeficiency syndro...

Rp76.000

Pengawasan Kualitas Depot Air Minum :DAM

Pengawasan Kualitas Depot Air Minum :DAM

Dr. Masrizal, SKM., M.Biomed. dan Dian Fitri Yova, Keberadaan DAM dari tahun ke tahun semakin menjamur sebab DAM menjamin masyarakat memperoleh air minum yang sehat dan dapat diperoleh dengan praktis. Jika dilihat dari harganya, air minum isi ulang l...

Rp69.000

Persepsi Ibu Hamil Terhadap Vaksin Covid-19

Persepsi Ibu Hamil Terhadap Vaksin Covid-19

Dr. Masrizal, SKM., M.Biomed dan Siti Mutiara Afifah, Ibu hamil merupakan golongan yang rentan terhadap patogen penyebab penyakit saluran pernapasan dan pneumonia. Dibandingkan dengan individu yang tidak hamil, COVID-19 akan lebih parah pada ibu hami...

Rp76.000

Peran Bappeda dalam Penurunan Stunting

Peran Bappeda dalam Penurunan Stunting

Dr. Masrizal, SKM., M.Biomed dan Dayyan Shiddiq Al Passay Budhidharma, Di Indonesia, salah satu masalah kesehatan sumber daya manusia (SDM) dalam pembangunan negara adalah stunting. Stunting adalah suatu kondisi gagal pertumbuhan pada anak, baik tubu...

Rp88.000